• Web
  • Blog Anda
  • Senin, 19 Juli 2010

    Cara menentukan arah kiblat dengan google earth

    Cara menentukan arah kiblat masjid mengunakan Google Earth. Mudah saja. Jalankan Google Earth lalu cari posisi Makkah tau masjidil Haram. Lalu klik icon RULER (ini kuncinya). Fasilitas ini ada di Google untuk menampilkan garis dari satu tempat ke tempat lain. Dalam hal ini Makkah ke masjid y dituju. Setelah icon bentuk pengaris kecil itu di klik baru kemudian klik tepat lokasi Kakbah lalu navigasi ke masjid (misalnya Masjid Assalaam) menggunakan tombol panah pada keyboard (ini kunci ke2). Tidak bisa pakai mouse sebab mouse digunakan untuk menempatkan lokasi titik ke dua. Gunakan mouse untuk zoom out dan zoom in (memperbesar atau memperkecil). Lalu klik pada lokasi masjid yg ingin diketahui arah kiblatnya. Garis yg melintas adalah petunjuk arah kiblat.

    Minggu, 18 Juli 2010

    Mengatasi Migraine

    Migraine adalah gangguan kesehatan berupa rasa pusing di sebelah kepala yang acap disertai dengan rasa mual yang berlangsung antara 4-72 jam. Bisa berlangsung secara berat maupun ringan.

    Berasal dari bahasa Prancis yang berakar pada kata Yunani, Hemicrania (Megrin, Inggris kuno) yang secara harfiah berarti ‘separuh dari kepala’. Migraine memang menyerang pada separuh bagian kepala, kondisi yang sering disalah artikan orang saat mengalami rasa pusing biasa dan mencapnya sebagai migraine. Apabila dipukul rata, gangguan ini lebih umum dialami wanita ketimbang pria.

    Tidak ada dokumentasi penelitian yang berani mengklaim penyebab pasti dari migraine karena pada umumnya banyak penelitian tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan yang bervariasi. Namun kini secara medis, migraine lebih diidentikkan sebagai sejenis penyakit yang menyerang sistem saraf. Terbukti dengan banyaknya gejala yang serupa sebangun terhadap gejala gangguan pada saraf misalnya penegangan otot tertentu yang terkait dengan kerja saraf pusat (central nervous system) seperti : leher, bahu, dada serta perut, gangguan penglihatan (terkait penegangan serabut otak yang membuat penumpukan zat pengantar saraf) dan lain sebagainya.

    Singkat kata, migraine merupakan penyakit yang sangat mengganggu serta menghalangi produktivitas (juga kualitas hidup) manusia.

    PENGOBATAN
    Berkaitan ke masalah pengobatan ataupun pencegahan selain pemberian obat anti sakit pada skala ringan maupun obat saraf pada skala berat, kini dengan semakin maraknya usaha pengobatan yang kembali pada alam, penanganan migraine lebih dikaitkan dengan penyebab yang dekat dengan gejala yang ditimbulkan.

    Misalnya, apabila dalam beberapa kasus migraine terjadi setelah mengalami eksposur yang berlebihan terhadap panas ataupun cahaya berlebihan, maka pemakaian pelindung kepala atau mata sangatlah disarankan.

    Selain itu untuk mengurangi rasa sakit, umum dicoba juga pemakaian natural food therapy yang dianggap lebih bersahabat dengan kerja organ tubuh manusia terutama hati serta ginjal. Juga pendekatan terapi fisik juga mulai marak dikenal untuk membantu meringankan rasa sakit penderita migraine. Mulai dari pijat konvensional, accupressure atau refleksi hingga ke tindakan penyembuhan mandiri lewat tradisi kuno dalam hal ini yoga, tai chi maupun kontemporer seperti Pilates.

    Konon kondisi ini apabila diaplikasikan dengan benar, tidak saja rasa sakit yang mereda namun juga mampu meminimalisir serangan migraine di masa depan.

    Berikut adalah dua pendekatan termudah serta murah :

    1. FOOD THERAPY
    Pola makan telah lama dikenal sebagai satu pola efektif dalam menganggulangi berbagai macam penyakit, tidak terkecuali migraine. Sayangnya sesuai dengan perkembangan jaman, tehnik ini tergeser oleh maraknya pemakaian obat-obatan medis namun dengan munculnya fakta bahwa pola ini memberikan 'efek samping' yang buruk bagi banyak organ tubuh, usaha kembali ke 'pengobatan alamiah' kembali marak.

    Kendati tidak memiliki efek secepat obat farmasi konvensional, namun konsumsi bahan natural sebagai bahan dasar dalam food therapy memberikan efek samping minimum terhadap organ penting tubuh. Setidaknya liver maupun ginjal tidak perlu repot-repot menetralisir 'benda asing' itu dari dalam sistemnya.

    Berikut contoh makanan yang bisa dikonsumsi oleh penderita migraine :

    Nasi Merah, sebagai salah satu contoh karbohidrat yang ideal membantu tubuh memproduksi semacam zat pengantar saraf (neurotransmitter) bernama serontonin yang memberikan tubuh efek semacam rasa tenang maupun relaks (migraine sendiri dikenali sebagai kondisi serotonergic deficiency -terkait dengan malfungsi produksi serotonin). Selain itu nasi merah juga kaya dengan Tiamin (Vitamin B1) yang identik dengan kesehatan saraf. Variasi lain : Beras putih tumbuk, Kacang Merah, Kacang Hijau, Havermut (non instan) dan karbohidrat minim proses sejenis.

    Kangkung, kaya dengan magnesium yang mampu membuat rileks ketegangan otot serta saraf (umum terjadi pada penderita migraine untuk menahan rasa sakit). Selain itu sayuran juga berfungsi sebagai karbohidrat ringan yang juga mampu memancing produksi serotonin dalam membantu tubuh merasa relaks. Variasi lain : Bayam, selada air, daun singkong, daun pepaya, kecipir, kacang panjang dan lain sebagainya.

    Susu kedelai, kaya dengan kandungan vitamin B kompleks yang dapat membantu kinerja otak lebih baik sekaligus mengurangi rasa sakit selama migraine berlangsung. Sekaligus membantu pembuangan banyak toksin dari dalam tubuh untuk mempercepat penyembuhan migraine.

    Ayam kaya dengan kandungan zinc untuk meredakan ketegangan pada sistem saraf dan mempercepat pembuangan toksin lewat karbondioksida yang dihembuskan keluar tubuh. Kekurangan zinc membuat tubuh kehilangan energi dalam proses kerja sistem saraf. Sebaiknya dimakan terpisah dari karbohidrat karena protein hewani membuat tubuh memproduksi neropinefrine yang berlawanan dengan fungsi serotonin. Variasi lain : telur, hati ayam dan hati sapi.


    Sebenarnya di luar itu, konsumsi buah seperti pepaya maupun apel bisa sangat membantu. Namun tidak disarankan di sini karena adanya mitos buah membuat sakit perut, sehingga memberikan beban psikosomatis yang tinggi yang malahan mampu memperparah kondisi migraine.

    Belum lagi budaya makan buah setelah makan besar sebagai 'pencuci mulut' sering diterapkan. Membuat fruktosa (gula alami) buah merusak makanan yang tengah diproses dalam lambung. Sehingga tidak jarang menambah 'kusut' kondisi tubuh yang sedang menderita migraine.


    2. YOGA
    Sebagai aktivitas penyelaras tubuh-pikiran-jiwa, yoga tentu membantu bagi penderita migraine dalam memerangi rasa sakit yang mendera. Metode tradisi Iyengar yang paling banyak diajukan sebagai rujukan dalam pengobatan medis dunia disajikan di sini :

    Virasana (Child Pose) Penempatan guling sebagai alas tubuh bagian atas memberikan semacam efek gravitasi paralel menenangkan terhadap kerja jantung dan sistem pencernaan yang acap tegang saat migraine. Penempatan selimut di depan dahi memberikan support yang merelakskan bagi kerja hypothalamus-pituitary kelenjar endocrine penting yang mampu membuat kerja otak menjadi pasif, sehingga merendahkan level beban saat migraine terjadi. Bertahanlah selama 5-10 menit.

    Adho Mukha Svanasana (Down Dog Pose). Dalam banyak kasus, penderita migraine cenderung melakukan pernafasan cepat guna menahan rasa sakit secara naluriah. Kondisi yang memberikan otak oksigen lebih minim untuk dapat bekerja optimal dalam memerangi migraine. Pose ini memberikan otak pasokan darah segar beroksigen sekaligus meregangkan ruas tulang punggung yang menyegarkan kerja sistem saraf pusat. Penempatan guling di atas kepala memberikan efek pasif serta istirahat maksimal bagi tubuh. Bertahanlah selama 1-3 menit.

    Janusirsasana (Semi Full Back Stretch). Versi peregangan tulang punggung ini berubah total dengan pemakaian kursi, dari sesuatu yang bersifat aktif menjadi pasif. Support yang ditempatkan di depan dahi secara empiris ditenggarai banyak meredakan ketegangan di bagian leher serta bahu yang acap dikeraskan secara tidak sengaja saat migraine menyerang. Kerja saraf sympathetic yang terkait dengan rasa stres akibat migraine menjadi berkurang sehingga membuat tubuh menjadi jauh lebih relaks. Bertahanlah selama 5 menit.

    Viparita Karani (Semi Upside Down) Penempatan kaki dalam posisi semi terbalik ini membuat kerja pembuluh darah balik menjadi terbantu dengan daya tarik gravitasi sehingga memberikan sensasi menenangkan. Guling sebagai support bagian pinggang memberikan 'pijatan relaksasi' bagi kerja kelenjar adrenalin yang seringkali menjadi terlalu aktif saat migraine menyerang. Bertahanlah selama 5 menit.

    Savasana (Dead Men's Pose) Pemakaian guling memberikan support maksimal bagi paru-paru untuk teregang secara vertikal sehingga pemakaiannya bisa berlangsung optimal. Sisi horisontal guling juga memberikan pelebaran bagi seluruh organ perut yang kerap menyempit dan mengeras saat migraine terjadi (ingat bahwa masalah pencernaan kini banyak diidentikkan dengan migraine). Pemakaian lipatan selimut sebagai bantal yang membuat dagu bergerak mengarah ke dada meminimalisir tekanan pada leher dan memudahkan proses pernafasan. Bertahanlah selama 10-20 menit.

    NOTE :
    Jangan lakukan 2 langkah terapi ini dalam jarak waktu yang dekat, berikan jeda sekitar 60 menit. Atau lakukan dalam kesempatan terpisah.

    Setelah melakukan set gerakan yoga tadi, biasanya penderita migraine akan merasa sangat malas, tertidur sesaat atau beberapa jam. Biarkan saja, karena itu adalah bagian dari fase penyembuhan.

    Rabu, 30 Juni 2010

    Hisab dan Rukyah Arah Kiblat:

    Arah kiblat, Jumhur Ulama sepakat merupakan salah satu syarat shahnya Sholat. Maka bila arah kiblat tidak diperhatikan dan asal saja, bisa jadi sholat tidak khusyuu’. Ilmu yang membahas arah kiblat dikenal dengan ilmu Falak. Falak secara sederhana bermakna jalur, jalan, atau orbit. Secara istilah, Ilmu Falak berarti Ilmu yang mempelajari gerak Bumi, Bulan dan Matahari (BBM) untuk keperluan ibadah syar’i ummat Islam. Ilmu Falak meliputi Taqwim (Kalender) Hiajriyah, Waktu Sholat, Gerhana dan Arah Kiblat.

    Arah Kiblat bisa dipelajari secara sulit (dgn rumus-rumus dan logaritma segitiga bola) tetapi juga bisa dengan mudah (dgn bantuan aplikasi komputer/software dan bayangan matahari). Bayangan matahari yang digunakan untuk membantu menentukan arah kiblat disebut sebagai Roshdul Qiblah. Roshdun artinya bayangan, Qiblah = arah kiblat atau arah menuju ke ka’bah di kota Mekkah, Saudi Arabia.

    Secara astronomi, Matahari akan bergerak semu setiap tahun dengan seolah terbit/terbenam di barat garis khatulistiwa (sudut 0 derajat lintang), lalu hari berikutnya bergerak ke arah selatan sampai ke paling ujung selatan (sudut 23,5 derajat LS). Setelah itu, kembali ke arah khatulistiwa, lalu ke arah utara sampai ke paling ujung utara (sudut 23,5 derajat LU).

    Gerakan Matahari ini, dengan sendirinya pasti akan melintasi titik Ka’bah pada koordinat 21 derajat 25 menit LU, 39 derajat 49 menit BT), yakni pada setiap 28 Mei dan 16 Juli pada jam tengah hari waktu Mekkah. Pada saat itu, semua lokasi yg masih melihat cahaya Matahari, dengan sendirinya akan seolah melihat posisi Ka’bah. Dengan cara membuat garis lurus berupa bayangan dari tiang vertikal, maka saat Matahari melintasi koordinat Ka’bah itulah saat menentukan dan meluruskan arah kiblat, yang dikenal dengan istilah Roshdul Qiblah

    Menentukan awal bulan Ramadhan 1430 H

    Bulan suci Ramadhan 1430 H sebentar lagi. PP Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor : 06/MLM/I.0/E/2009 mengumumkan penetapan tanggal 1 Ramadhan 1430 H berterpatan dengan hari Sabtu Pahing, tanggal 22 Agustus 2009. Persis juga telah menetapkan hal serupa. Sementara NU memperkirakan juga pada tanggal masehi yang sama. Sebagai orang awam, kita harus ikut mana, jikalau berbeda…?

    Permulaan 1 Ramadhan 1430 H insya Alloh akan jatuh pada tanggal masehi yang sama, yakni tgl 22 Agustus 2009, hari Sabtu.

    Tetapi sebagai insan beriman, kita juga harus menyadari bahwa segala sesuatu yang belum terjadi, kita tidak boleh memastikan. Jadi, apakah nanti akan benar2 1 Ramadhan 1430 H jatuh tepat pada Sabtu, 22 Agustus 2009, atau maju bahkan akan mundur… Kita harus menunggu bila saatnya telah tiba.

    Seperti kapan akan terjadi Kiamat, hanya Alloh SWT yang Maha Mengetahui. Begitu juga kapan 1 Ramadhan 1430, kapan 1 Ramadhan 1431, 1432, …dst.

    Kiamat beda dengan awal bulan, Pak….! Ya benar, tetapi kalau hisab sudah sangat maju, mengapa Maklumat 1 Ramadhan 1431 tidak juga diumumkan? Bahkan saya melalui HISAB sudah bisa menghitung, kapan 1 Ramadhan ribuan tahun yang akan datang…

    Contoh….

    1 Ramadhan 9999 H insya Alloh akan jatuh pada hari Selasa, 26 Juni 10.323 M

    Begitulah….Alloh SWT telah menciptakan manusia dilengkapi dengan akal dan fikiran, manusia diberi otak untuk berfikir. Otak sebagai alat berfikir inilah yang akhirnya memunculkan beragam cara pandang terhadap satu objek kajian. Awal Ramadhan, Awal Syawwal, dan Awal Dzul Hijjah; adalah satu objek yang serupa. Karena cara pandang terhadap penentuannya berbeda antara satu dengan lainnya, maka orang akhirnya menjadi berbeda menjalaninya.

    OK,

    dari ke 3 objek di atas, yang sering menjadi polemik tidak berkesudahan ini, saya ambil satu saja yakni :

    Penentuan Awal Ramadhan 1430 H.

    Bagaimana cara menentukan permulaan Ramadhan 1430 H (dan juga tahun sebelum atau sesudahnya…)?

    Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah kamu karena melihat hilal (bulan) dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) 30 hari.” (Bukhori – 1776)

    Berdasarkan hadits tersebut Nahdhatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam berketetapan mencontoh sunah Rasulullah dan para sahabatnya dan mengikut ijtihad para ulama empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali) dalam hal penentuan awal bulan Hijriyah wajib menggunakan rukyatul hilal bil fi’li, yaitu dengan melihat bulan secara langsung. Termasuk bulan Ramadhan Syawwal dan Dzul Hijjah.

    Hukum melakukan rukyatul hilal adalah fardlu kifayah dalam pengertian harus ada umat Islam yang melakukannya; jika tidak maka umat Islam seluruhnya berdosa.

    Bila tertutup awan atau menurut Hisab hilal masih di bawah ufuk, NU tetap merukyat untuk kemudian mengambil keputusan dengan menggenapkan (istikmal) bulan berjalan menjadi 30 hari. Karena memang sejak zaman Rasululloh SAW, dan tersurat dalam hadits di atas, Rasul SAW telah memberikan solusi berupa penggenapan/istikmal. Hisab bagi NU hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai penentu masuknya awal bulan qamariyah.

    Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut: (1)-Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang daripada 2° dan jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang daripada 3°. Atau (2)-Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang daripada 8 jam selepas ijtimak/konjungsi berlaku.

    Ketentuan ini berdasarkan Taqwim Standard Empat Negara Asean, yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS)

    Di komunitas RHI, bahkan kriteria MABIMS ini belum pernah terbukti. Terkahir hilal Sya’ban 1430 H adalah fenomenanya. Bahkan hilal muda Sya’ban 1430 H, tidak ada satu orangpun yang melaporkan melihatnya (ICOP dan MCW) di seantero dunia.

    Sementara itu organisasi Islam Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis) juga mengakui Rukyat sebagai awal penentu awal bulan Hijriyah. Namun, Muhammadiyah mulai tahun 1969 tidak lagi melakukan Rukyat dan memilih menggunakan Hisab. Muhammadiyah berpendapat rukyatul hilal atau melihat hilal secara langsung adalah pekerjaan yang sangat sulit sementara Islam adalah agama yang tidak berpandangan sempit, maka hisab dapat digunakan sebagai penentu awal bulan Hijriyah.

    Hisab yang dikemukakan oleh Muhammadiyah bukan untuk menentukan atau memperkirakan hilal mungkin dilihat atau tidak, sebagaimana dilakukan NU, akan tetapi dijadikan dasar penetapan awal bulan Hijriyah sekaligus jadi bukti bahwa bulan baru sudah masuk atau belum. Pasca 2002 Persatuan Islam (Persis) mengikuti langkah Muhammadiyah menggunakan Kriteria Wujudul Hilal.

    Sebagian muslim di Indonesia lewat organisasi-organisasi tertentu yang mengambil jalan pintas merujuk kepada negara Arab Saudi atau terlihatnya hilal di negara lain dalam penentuan awal bulan Hijriyah termasuk penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Cara ini dinamakan Rukyat Global. Penganut kriteria ini berdasarkan pada hadist yang menyatakan, jika satu penduduk negeri melihat bulan, hendaklah mereka semua berpuasa meski yang lain mungkin belum melihatnya. Hadits ini menurut Fatwa MUI, adalah bisa berlaku manakala Daulah Islamiyah Global telah terbentuk. Bila ini belum, maka mengikuti pemerintah masing-masing dulu saja.

    KAPAN sih AWAL RAMADHAN 1430 H..? (Menurut Hadits di atas dgn HISAB-RUKYAT)

    * Hari Kamis 20 Agustus 2009 adalah saat atau waktu untuk melakukan penentuan Awal Ramadhan 1430 H adalah saat GHURUUB/SUNSET (Matahari terbenam) setelah terjadi KONJUNGSI/IJTIMAK (Matahari dan Bulan segaris astronomis). Untuk memahami konjugsi adalah persis saat terjadi Gerhana Matahari Total/Cincin/Sebagian, karena posisi Matahari dan Bulan segaris dan selintang.
    * Hari Kamis, 20 Agustus 2009 saat Sunset itulah saat mengamalkan Hadits di atas. Karena bertepatan secara HISAB dengan tanggal 29 Sya’ban 1430 H (bulan sebelum Ramadhan).
    * Pada saat itu, 20 Agustus 2009, MUHAMMADIYAH dan PERSIS, serta penganut kriteria WUJUDUL HILAL (Hilal telah ada) telah menetapkan berdasarkan Hisab (Perhitungan ilmu Falak-Astronomi), dimana Hilal sebagai penentu awal Ramdhan 1430 H adalah MUSTAHIL DILIHAT pada saat harus diRUKYAH. Kondisi inilah yang dikatakan sebagai makna dari GHUBBIYA (terhalang) dalam hadits di atas. Jadi, kalau Hilal itu GHUBBIYA, maka perintah Rasululloh SAW lewat hadits di atas adalah agar ISTIKMAL (digenapkan) jumlah bilangan hari dalam bulan Sya’ban. Karena saat dan waktu RUKYAH itu adalah tanggal 29 Sya’ban 1430 H, maka genapnya menjadi 29 + 1 = 30. Jadi esok hari adalah masih tanggal 30 Sya’ban 1430 H.
    * Pada saat itu, 20 Agustus 2009, NU dan Depag, MUI, serta penganut kriteria MAUJUDUL HILAL (Hilal terlihat ada) akan melakukan pengamatan atau observasi atau RUKYAH Hilal untuk memastikan hasil Hisab (Perhitungan ilmu Falak-Astronomi), dimana Hilal sebagai penentu awal Ramdhan 1430 H adalah memang BENAR MUSTAHIL DILIHAT pada saat harus diRUKYAH. Bila -atas idzin Alloh SWT – Hilal terlihat, maka esoknya sudah harus berpuasa alias sudah memasuki 1 Ramadhan 1430 H. Tetapi hal ini belum pernah dan insya Alloh tidak akan pernah terjadi, perhitungan HISAB bertentangan dengan fakta di alam. Sebab Sunnatuloh adalah tidak pernah berubah. Oleh karena secara HISAB Hilal itu MUSTAHIL DILIHAT, maka hasil RUKYAH nantinya juga insya Alloh – pasti akan MUSTAHIL TERLIHAT. Kondisi KEMUSTAHILAN secara HISAB ini pulalah yang dikatakan sebagai makna dari GHUBBIYA (terhalang) dalam hadits di atas. Jadi, kalau Hilal itu GHUBBIYA, maka perintah Rasululloh SAW lewat hadits di atas adalah agar ISTIKMAL (digenapkan) jumlah bilangan hari dalam bulan Sya’ban. Karena saat dan waktu RUKYAH itu adalah tanggal 29 Sya’ban 1430 H, maka genapnya menjadi 29 + 1 = 30. Jadi esok hari adalah masih tanggal 30 Sya’ban 1430 H.
    * Pada Jum’at, tanggal 21 Agustus 2009, MUHAMMADIYAH, PERSIS dan para penganut kriteria WUJUDUL HILAL, sudah tinggal menunggu esoknya untuk memulai Awal Ramadhan 1430 H.
    * Pada Jum’at, tanggal 21 Agustus 2009, NU, dan para penganut kriteria MAUJUDUL-HILAL (Hilal terlihat-ada), bisa menunggu seperti teman2nya penganut kriteria WUJUDUL-HILAL, esoknya adalah awal Ramadhan 1430 H, atau tetap melakukan RUKYAH-HILAL. Tetapi RUKYAH-HILAL pada hari Jum’at, 21 Agustus 2009 ini sekedar untuk menambah wawasan. Sebab Syar’i nya sudah Kamis, sehari sebelumnya. Meski HILAL GAGAL DILIHAT, maka jumlah hari bulan Sya’ban 1430 H tetap 30 hari. Karenanya esoknya pasti sudah 1 Ramadhan 1430 H. Lebih2 bila HILAL terlihat, maka lebih mantap dan yakin serta ada kepuasan dalam wawasan, sekaligus menikmati dan mengagungkan ciptaan Alloh SWT.

    RUKYAH HILAL – SULIT

    Ada yang mengatakan, bahwa Rukyah Hilal itu SULIT. Dan ini pula yang mendasari Muhammadiyah mengambil keputusan untuk tidak melakukan Rukyah lagi. Tetapi Muhammadiyah sebenarnya masih mengakui adanya dan muktabarnya Rukyah, bila terjadi perselisihan dengan Hisab.

    Dalam Himpunan Putusan Tarjih di halaman 149 disebutkan, sbb:

    11. Masalah Hisab Dan Ru’yah
    Berpuasa dan Id Fitrah itu dengan ru’yah dan tidak berhalangan dengan hisab. Menilik hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Berpuasalah karena melihat tanggal dan berbukalah karena melihatnya. Maka bilamana tidak terlihat olehmu, maka sempurnakan bilangan bulan sya’ban tiga puluh hari.

    “Dialah yang membuat matahari bersinar dan bulan bercahaya serta menentukan gugus manazil-manazilnya agar kamu sekalian mengerti bilangan tahun dan hisab.” (Al-Quran surat Yunus ayat 5).

    Apabila ahli hisab menetapkan bahwa bulan belum tampak (tanggal) atau sudah wujud tetapi tidak kelihatan, padahal kenyataan ada orang yang melihat pada malam itu juga; manakah yang mu’tabar. Majlis Tarjih memutuskan bahwa
    ru’yahlah yang mu’tabar. Menilik hadits dari Abu Hurairah r.a. yang berkata bahwa Rasulullah bersabda:”Berpuasalah karena kamu melihat tanggal dan berbukalah (berlebaranlah) karena kamu melihat tanggal. Bila kamu tertutup oleh
    mendung, maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban 30 hari.”(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

    Di lapangan sering muncul kata-kata, “saya sudah 30 kali rukyah, tapi belum pernah bisa melihat”.

    dan semacamnya….

    Apakah benar Rukyah hilal itu sulit….? Saya mengatakan bahwa Rukyah Hilal, mudah; tetapi juga sulit. Tergantung kita memahami persalannya atau tidak. Dan Rukyah Hilal tidak sekedar untuk menentukan awal Ramadhan, Syawwal dan Dzul Hijjah. Tetapi saya mencoba melakukan 2 kali sebulan, adalah untuk ‘time keeping’. Dan saya merasa selama Rukyah Hilal itu dipandu dengan HISAB yang benar, maka yang terjadi adalah sesuatu yang menyenangkan dan mudah.

    Selama 3 kali saya Rukyah, ternyata saya bisa melihat hilal minimal sekali. Saya melakukan kegiatan Rukyah sejak 2005 setelah bergabung dengan ICOP. Dan saya aktif memberikan laporan baik ke RHI, ICOP juga ke MCW.

    CONTOH APLIKASI HISAB-RUKYAT MENENTUKAN AWAL RAMADHAN 1430 H:

    Hari Pertama Ijtimak:

    * Lokasi/Kota = Sukoharjo (-7o 44′ , 110o 47′),
    * Tgl 29 Sya’ban 1430 H = 20 Agustus 2009
    * Hari Ijtimak = Kamis, 20 Agustus 2009 jam 17:02 WIB
    * Sunset pada 17:37 WIB, pada Azimuth=282o 19’
    * Moonset pada 17:31 WIB, Azimuth=279o 51’, Moon alt= -2o 3’
    * Kesimpulan HILAL MUSTAHIL TERLIHAT
    * Sukoharjo dan Indonesia, ada pada Warna Merah, artinya MUSTAHIL MELIHAT HILAL

    Peta Visibiltas Hilal 1 Ramadhan 1430 H

    Peta Visibiltas Hilal 1 Ramadhan 1430 H

    Peluang Rukyah nya: Hilal Negatif…
    Hilal berada di bawah ufuk, alias negatif

    Hilal berada di bawah ufuk, alias negatif

    Hari Kedua Ijtimak:

    * Lokasi/Kota = Sukoharjo (-7o 44′ , 110o 47′),
    * Tgl 30 Sya’ban 1430 H = 21 Agustus 2009
    * Hari Ijtimak = Kamis, 20 Agustus 2009 jam 17:02 WIB
    * Sunset = 17:37 WIB, lokasi pada Azimuth=281o 59’
    * Moonset= 18:27 WIB, Azimuth=275o 18’, Moon alt= 11o 8’
    * Kesimpulan à HILAL MUDAH TERLIHAT
    * Sukoharjo dan Indonesia, ada pada Warna Hijau, artinya MUDAH SEKALI MELIHAT HILAL

    Peta Visibiltas Hilal Ramadhan 1430 H - hari 2

    Peta Visibiltas Hilal Ramadhan 1430 H - hari 2

    Peluang melihat Hilal : Hilal Mudah dilihat, asal cerah…
    Hilal sangat mudah dilihat, peluang langka...

    Hilal sangat mudah dilihat, peluang langka...

    Itu khan di Sukoharjo, Jawa Tengah…belum seluruh wilayah Indonesia.

    OK, berikut simulasi Rukyah Hilal dari dua lokasi di Indonesia, masing-masing Banda Aceh mewakili koordinat Indonesia bagian barat dan Merauke mewakili koordinat Indonesia bagian timur.

    Simulasi Hilal hari pertama ijtimak/konjungsi di Aceh:
    Visual Hilal hari pertama ijtimak/konjungsi di Aceh

    Visual Hilal hari pertama ijtimak/konjungsi di Aceh

    Simulasi Hilal hari kedua ijtimak/konjungsi di Aceh:
    Visual Hilal hari kedua ijtimak/konjungsi di Aceh

    Visual Hilal hari kedua ijtimak/konjungsi di Aceh

    Simulasi Hilal hari pertama ijtimak/konjungsi di Merauke:
    Visual Hilal hari pertama ijtimak/konjungsi di Merauke

    Visual Hilal hari pertama ijtimak/konjungsi di Merauke

    Simulasi Hilal hari kedua ijtimak/konjungsi di Merauke:
    Visual Hilal hari kedua ijtimak/konjungsi di Merauke

    Visual Hilal hari kedua ijtimak/konjungsi di Merauke

    Selamat menghisab…eh sudah lewat yaaa

    Selamat merukyah, semoga sukses, …..

    Mau dihisab atau dirukyah, Ramadhan 1430 h tetap akan mengunjungi kita……insya lloh , amien 19x

    8 Keutamaan Ramadhan

    Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunnah. Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.

    Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang dimana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah)

    Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti khutbah Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen dimana kepala negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut bukan momen biasa. Itu sebuah program superpenting dengan momen paling istimewa. Demikian pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keunggulan dan kemuliaan.

    Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu:

    1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)

    Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta’ala. Namun juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Sesuatu yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa. Alasan mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga mengagungkan bulan ini. Firman Allah, “Waman yu’azhim sya’iirillah fa-innahha mintaqwal quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka itu datang dari hati yang bertakwa.”

    Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah Penyayang menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan segala kemurahan, kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya.

    2. Syahrul Mubarak

    Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat secara maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua perbuatan kita di saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang balasannya langsung dari Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya
    dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya.

    Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu 10 malam periode pertama penuh rahmat Allah, 10 berikutnya diisi dengan ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan pembebas manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini akan optimal jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah sebagaimana arahan Rasulullah saw.

    3. Syahru Nuzulil Qur’an

    Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar, yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman Allah dalam rangkaian ayat puasa, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan
    (pembeda).” (Al-Baqarah: 185)

    Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan membentuk insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan Al-Qur’an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama pada bulan Ramadhan dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril datang sampai dua kali untuk menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah saw. terhadap Al-Qur’an. Bagi ummat Muhammad, ada jaminan bahwa Al-Qur’an kembali nuzul ke dalam jiwa mereka manakala mengikuti program Ramadhan dengan benar.

    4. Syahrus Shiyam

    Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5 rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Kewajiban puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu. Maka sebulan penuh seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah sebagaimana dia mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan waktu beberapa menit saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib). Tidak cukup menilai dari yang membatalkannya seperti makan dan minum atau berhubungan suami-istri di siang hari saja, tetapi wajib membangun akhlaqul karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh (yang dibenci Allah).

    5. Syahrul Qiyam

    Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur’an dengan benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia bisa terbiasa mengamalkan qiyamullail.

    6. Syahrus Sabr (bulan sabar)

    Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.

    Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko seperti dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim beramal islami dalam berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah.

    7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)

    Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan dermawan. Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan.

    Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil, bernilai besar di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum pada orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa seperti yang diperoleh orang yang berpuasa.

    8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min

    Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Para pedagang akan beruntung, orang yang jadi pegawai dapat kelebihan pendapatan dan sebagainya. Namun rezeki terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah diperoleh di bulan mulia ini.

    Shadaqah yang Utama

    Shadaqah adalah baik seluruhnya, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran shadaqah tersebut. Di antara shadaqah yang utama menurut Islam adalah sebagai berikut:

    1. Shadaqah Sirriyah

    Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shadaqah ini sangat utama karena lebih medekati ikhlas dan selamat dari sifat pamer. Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
    “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:271)

    Yang perlu kita perhatikan di dalam ayat di atas adalah, bahwa yang utama untuk disembunyikan terbatas pada shadaqah kepada fakir miskin secara khusus. Hal ini dikarenakan ada banyak jenis shadaqah yang mau tidak mau harus tampak, seperti membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan lain sebagainya.

    Di antara hikmah menyembunyikan shadaqah kepada fakir miskin adalah untuk menutup aib saudara yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah, bahwa dia orang papa yang tak punya sesuatu apa pun.Ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam ihsan terhadap orang fakir.

    Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alihi wasallam memuji shadaqah sirriyah ini, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk dalam tujuh golongan yang dinaungi Allah nanti pada hari Kiamat. (Thariqul Hijratain)

    2. Shadaqah Dalam Kondisi Sehat

    Bersedekah dalam kondisi sehat dan kuat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan tipis harapan kesembuhannya. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
    "Shadaqah yang paling utama adalah engkau bershadaqah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian." (HR.al-Bukhari dan Muslim)

    3. Shadaqah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

    Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
    “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. 2:219)

    Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
    "Tidak ada shadaqah kecuali setelah kebutuhan (wajib) terpenuhi." Dan dalam riwayat yang lain, "Sebaik-baik shadaqah adalah jika kebutuhan yang wajib terpenuhi." (Kedua riwayat ada dalam al-Bukhari)

    4. Shadaqah dengan Kemampuan Maksimal

    Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alihi wasallam,
    "Shadaqah yang paling utama adalah (infak) maksimal orang yang tak punya. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu." (HR. Abu Dawud)

    Beliau juga bersabda,
    "Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya," Bagaimana itu (wahai Rasululullah)? Beliau menjawab, "Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedakah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya." (HR. an-Nasai, Shahihul Jami')

    Al-Imam al-Baghawi rahimahullah berkata, "Hendaknya seseorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan untuk dirinya kecukupan karena khawatir terhadap fitnah fakir. Sebab boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan infak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Shadaqah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasululllah shallallahu ‘alihi wasallam tidak mengingkari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuyang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga beliau tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Nabi khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak hutang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar hutang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meski sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan juga itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin.” (Syarhus Sunnah)

    5. Menafkahi Anak Istri

    Berkenaan dengan ini Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
    "Seseorang apabila menafkahi keluarganya dengan mengharapkan pahalanya maka dia mendapatkan pahala sedekah." ( HR. al-Bukhari dan Muslim)

    Beliau juga bersabda,
    "Ada empat dinar; Satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu." (HR. Muslim).



    6. Bersedekah Kepada Kerabat

    Diriwayatkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha'. Ketika turun ayat,
    "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai." (QS. 3:92)

    Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah dan mengatakan bahwa Bairuha' diserahkan kepada beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak beliau. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam menyarankan agar ia dibagikan kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi tersebut dan membaginya untuk kerabat dan keponakannya.(HR. al-Bukhari dan Muslim)

    Nabi shallallahu ‘alihi wasallam juga bersabda,
    "Bersedakah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturrahim." (HR. Ahmad, an-Nasa'i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan, adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok, yaitu:

    *
    Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,
    ”(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. 90:13-16)
    *
    Kerabat yang memendam permusuhan, sebagaimana sabda Nabi,
    "Shadaqah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzai, Shahihul jami')

    7. Bersedekah Kepada Tetangga

    Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam surat an-Nisa' ayat 36, di antaranya berisikan perintah agar berbuat baik kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Dan Nabi juga telah bersabda memberikan wasiat kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,
    "Jika engkau memasak sop maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu." (HR. Muslim)

    8. Bersedekah Kepada Teman di Jalan Allah.

    Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
    "Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang untuk keluarganya, dinar yang dinafkahkan seseorang untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang diinfakkan seseorang kepada temannya fi sabilillah Azza wa Jalla." (HR. Muslim)

    9. Berinfak Untuk Perjuangan (Jihad) di Jalam Allah

    Amat banyak firman Allah subhanahu wata’ala yang menjelaskan masalah ini, di antaranya,
    “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah.” (QS. 9:41)

    Dan juga firman Allah subhanahu wata’ala,
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. 49:15)

    Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
    "Barang siapa mempersiapkan (membekali dan mempersenjatai) seorang yang berperang maka dia telah ikut berperang." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

    Namun perlu diketahui bahwa bersedekah untuk kepentingan jihad yang utama adalah dalam waktu yang memang dibutuhkan dan mendesak, sebagaimana yang terjadi pada sebagian negri kaum Muslimin. Ada pun dalam kondisi mencukupi dan kaum Muslimin dalam kemenangan maka itu juga baik akan tetapi tidak seutama dibanding kondisi yang pertama.

    10. Shadaqah Jariyah

    Yaitu shadaqah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
    "Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim).

    Di antara yang termasuk proyek shadaqah jariyah adalah pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

    Sumber: Buletin “Ash-Shadaqah fadhailuha wa anwa’uha”, Ali bin Muhammad al-Dihami.

    Selalu Ada jalan Keluar

    Suatu masalah itu jika menyempit, maka tabiatnya ia menjadi meluas. Jika tali ditarik keras-keras, ia akan terputus. Jika malam semakin gelap, pertanda akan muncul fajar. Itulah sunnah kehidupan yang sudah dan terus berlaku. Itulah hikmah yang pasti terjadi. Maka, relakanlah jiwamu untuk meridhoi kondisinya. Karena, setelah kehausan pasti akan ada air. Setelah musim semi akan datang musim penghujan.

    Mungkin saja betapa banyak kesedihan yang engkau keluhkan. Tapi permudahlah urusanmu. Lapangkanlah pikiranmu. Tidakkah engkau membaca firman Allah SWT " Alam nasyrah laka sadrak...." ( Bukankah kami lapangkan dadamu ). Tidakkah engkau berbahagia karena di dunia ini masih terhampar banyak harapan. Di dunia ini masih banyak kemudahan.

    Wahai yang berkeluh tentang banyak urusan. Lalu menjalani hidup serasa dalam kurungan. Sementara air matanya terus mengalir karena sedih. Sesungguhnya dalam pakaian Yusuf AS terdapat obat yang menyembuhkan kebutaan dua mata Ya'kub AS. Sesungguhnya dalam air dingin yang diguyur kesekujur tubuh, adalah kesembuhan bagi penyakit yang di derita Ya'kub AS.

    Untuk rasa sakit, ada kesembuhan. Untuk penyakit, ada obat. Untuk haus, ada air. Untuk kesulitan, ada kelapangan. Dalam kesempitan, ada kebahagiaan. Dalam gelap, pasti akan ada cahaya terang. Api yang menghimpit Ibrahim Al Khalil, bisa menjadi mudah dan dingin. Lautan di hadapan Musa AS bisa terbelah dan digunakan untuk berjalan. Yunus Bin Matta AS, akhirnya keluar dari tiga gulita, karena kasih sayang Allah Al Jaliil (Yang Maha Mulia ). Rasulullah Al Mukhtar ( yang Terpilih ) pernah berada di dalam gua, dikelilingi oleh para kuffar. Hingga berkata Abu Bakar Ash Shiddiq ra, " Sesungguhnya orang-orang kafir hanya berjarak beberapa
    jengkal. Kami khawatir bila terjadi kehancuran. " Berkata Rasul sang pemilik keyakinan dengan penuh ketegasan, " Sesungguhnya Allah bersama kita. Dia mendengarkan kita. Dia melindungi kita. Sebagaimana Dia telah menghimpun kita.

    Katakanlah kepada orang yang tenggelam dalam putus asa dan telah terjatuh. Kepada orang yang telah patah arang dan terpuruk. Kepada orang yang ternodai pemahamannya dalam masalah taqdir. Bekerjalah dan beramallah, sesungguhnya Allah SWT justru menurunkan hujan setelah manusia putus ada terhadap hujan.

    Adalah Bilal pernah terkapar di atas tanah tandus, tapi dialah yang kemudian menaiki Ka'bah Baitullah untuk mengumandangkan seruan adzan. Dialah yang memperdengarkan bumi dengan suara langit. Adalah Yusuf AS pernah lama terpenjara di balik jeruji besi. Tapi kemudian ia bisa menjadi seorang Raja Mesir setelah Al Aziz. Adalah Umar Bin Khattab ra seorang penggembala kambing di Mekkah. Lalu dialah orang yang bisa menebarkan keadilan dalam masa kekuasaannya. Lalu namanya terpahat di baju besi. Lalu dia yang memotong tali pelanggaran. Lalu dia yang suaranya menggelegar menghentak penguasa tiran.

    Allah SWT pasti akan menciptakan kemudahan setelah kesulitan. Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya pasti ada keadaan lain yang Allah berikan setelah kesulitan? Allah SWT yang mematahkan tali pengikat orang-orang yang terpenjara di jeruji para penguasa otoriter. Allah SWT yang akan menghapus air mata anak-anak yatim. Apakah engkau pernah melihat orang
    faqir yang selamanya tidak mempunyai uang dan tidak bisa memenuhi kebutuhannya? Apakah engkau mendapati seorang tahanan selamanya berada di dalam penjara yang gelap? Tidak ada bencana yang terus menerus terjadi. Karena di sana ada Allah SWT Yang Maha Sendiri dan satu-satunya Tempat Meminta.

    Siapapun yang melazimkan istighfar, maka Allah SWT akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesulitannya. Allah SWT yang akan memberinya jalan penyesalan terhadap setiap kegundahannya. Laa HAULA Wa Laa Quwwata Illa Billah, tidak ada daya dan upaya kecuali Allah SWT. Dengan kalimat itu, segala beban mampu terpikul, semua kengerian bisa terlewati,
    seluruh keadaan bisa lebih baik, lebih melapangkan pikiran dan menambahkan rasa ridho kepada Allah Al Jalal.

    Beritakanlah kegembiraan kepada malam, dengan datangnya waktu subuh yang menyapu gelap dari puncak gunung-gunung. Beritakanlah kegembiraan kepada musim semi dengan turunnya limpahan air hujan hingga air itu masuk ke sela-sela pasir. Beritakanlah kegembiraan kepada orang faqir dengan harta yang bisa mengusir kematian.

    Ketahuilah, di setiap kesulitan itu ada jeda. Di setiap kebutuhan itu ada pertolongan. Sesungguhnya Allah SWT menghilangkan bencana dengan ketulusan do'a dan kebersihan harapan. Ketahuilah, himpitan dan kesulitan itu menghilangkan kesombongan dan terus menerus mendorong kepada dzikir, syukur dan kewaspadaan berpikir. Maka tenangkanlah hatimu jika kegalauan menerpamu. Lapangkanlah dadamu jika kesulitan menyerangmu. Jangan
    putus asa terhadap apa yang telah terjadi dan telah hancur. Ketahuilah, karena tidak ada sesuatu yang abadi selama alam semesta ini berputar.

    Semoga kesulitan menjadi lebih ringan bagimu, dan musibah bisa memberikan kebaikan untukmu. Jika hidupmu telah terhimpit dan tak ada lagi alas an yang bisa engkau angkat. Kembalilah kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwa kesulitan tak pernah berlangsung terus menerus. Allah SWT pasti memandangmu dengan pandangan kasih dan sayang. Karena dunia ini tidak berada dalam satu keadaan. Karena dunia ini berwarna-warni dan beragam bentuknya. Tidak ada kengerian yang tak pernah selesai. Belenggu akan terbuka dan ikatan akan terlepas. Bersabarlah, berdo'alah dan nantikanlah jalan keluar dari Allah SWT. Ketahuilah, sesungguhnya kesulitan itu akan mampu membuka kejernihan telinga dan mata, serta menajamkan pikiran.
    Kesulitan bisa memberi hikmah dan pelajaran. Kesulitan mengajarkan kemampuan untuk memikul beban dan bertahan. Kesulitan menghapuskan dosa. Kesulitan memperbanyak pahala.

    Maka, mintalah perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Setiap musibah itu mempunyai tujuan. Berapa kali kita merasa takut, lalu kita berdo'a dan meminta kepada Allah SWT. Kemudian Allah SWT menyelamatkan dan melindungi kita. Berapa kali kita di lilit lapar, lalu Allah memberi makan dan minum untuk kita. Berapa kali kita diterpa kebimbangan dan
    keresahan, lalu Allah memberikan kebahagiaan dan kesenangan. Berapa kali kita terjerat dan kita hampir terjatuh dalam kehancuran. Kemudian Allah SWT memberikan jalan untuk bangkit dan berjalan.

    Ketahuilah, engkau berhubungan dengan Yang Maha Lembut terhadap hamba-Nya. Yang Terkenal dengan Pemberiannya. Yang Maha Meberi untuk kebahagiaan hamba-Nya.Yang Maha Kuasa atas segala keinginan-Nya.